Merajut Mimpi Masyarakat; Upaya memaksimalkan Praktek Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari di Tabalar Muara

Menurut Wikipedia, Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Baik komponen biotik, seperti hewantumbuhan, dan mikroorganisme, maupun komponen abiotik, seperti minyak bumigas alam, berbagai jenis logamair, dan tanah. Kemajuan teknologi dan peradaban telah banyak merubah perilaku manusia dalam mengelola sumber daya dari cara bijaksana sampai pada tahap pengelolaan yang eksploitatif.

Pada umumnya, Sumber daya alam dapat dikategorikan menjadi dua bagian yakni; sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti tumbuhan, hewani dan mikroorganisme serta  sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti emas, tambang, gas alam dsb yang memerlukan waktu yang Panjang untuk terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas.

Saat ini, isu pengelolaan sumber daya alam menjadi topik yang penting untuk didiskusikan oleh banyak kalangan terutama pada soal keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Persepsi tentang eksploitasi alam kerap kali kita jumpai dibanyak tempat. Ironinya, masyarakat setempat menjadi penerima dampak atas praktek tersebut. dimasyarakat pesisir misalnya, Keluhan tentang berkurangnya hasil tangkap, hasil panen, dan sebagainya menjadi masalah yang belum terpecahkan solusinya.

***

Kegamangan dalam mengelola sumber daya alam juga dirasakan oleh sebagian masyarakat Kampung Tabalar Muara. Kekayaan alam dan ekosistem hutan mangrove menjadi asset serta kekuatan yang belum terkelola secara maksimal. Pemanfaatan terhadap ekosistem hutan hanya diperuntukkan kegiatan investasi tambak semata. Namun, hasil produksinya belum maksimal. Kegelisahan ini menjadi aspirasi bapak Anto selaku Ketua RT 4 dalam sebuah pertemuan impian masyarakat (Pikat) yang difasilitasi oleh Konsorsium Perkumpulan Kanopi dan Yayasan Lamin Sagawi di Kantor Lapangan Tabalar Muara.

Berangkat dari sebuah keinginan untuk merubah penghidupan warga yang arah lebih layak, Bapak Anto kemudian mengajak warga setempat untuk menemukenali  potensi (pentagonal Asset Penghidupan) yang dimiliki oleh warga kampung dan mempercakapkan kondisi ideal dimasa mendatang yang berkesesuaian dengan potensi yang dimilikinya. 

Deklarasi perubahan terkait pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaan ekosistem mangrove  tertuang dalam sebuah kalimat yang sederhana yakni; “ Berkelanjutan, Satu Kesatuan untuk kesejahteran Masyarakat Tabalar Muara” yang disingkat dengan “Bersama Tabalar Muara”. Apa yang dilakukan oleh warga Tabalar Muara adalah merupakan langkah kongkrit untuk mendayagunakan sumber daya alam yang mereka miliki. Meski visi tersebut terbilang baru diharapkan menjadi daya dorong oleh masyarakat setempat untuk memaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatan potensi yang dimilikinya.

Sejauh ini, Praktek bijaksana atas pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan oleh warga kampung Tabalar Muara sudah berlangsung sejak lama. Pak Amin misalnya, yang mangais rejeki dengan alat tangkap Ambaw (alat tangkap kepiting Bakau) yang sudah digeluti beberapa tahun yang silam. Menurutnya ‘ penggunaan alat tangkap ambaw menjamin keberlanjutan mata pencahariannya”. Dia bahkan menuturkan bahwa dirinya bersama nelayan ambaw lainnya mampu mengirim kepiting bakau dalam jumlah yang fantastis dalam sebulan yaitu 200-700 kg/ bulan.  selain pak Amin ada juga beberapa kelompok nelayan tangkap yang melakukan praktek yang ramah terhadap pemanfaatan sumber daya alam yakni nelayan tangkap Traw mill net (be-gondrong).

Praktek tersebut adalah merupakan “tradisi” untuk meneguhkan semangat warga kampung dalam mengelola dan memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya. Atas praktek tersebut pemerintah mengapresiasinya dengan berbagai cara, misalnya; memberikan bantuan dan pelatihan terhadap kelompok-kelompok tersebut yang masih konsisten terhadap pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Bergabung dengan 1 pelanggan lain

Diterbitkan oleh fachrielfayet

Anak desa yang sedang belajar dari hal-hal dianggap penting sebagai bekal dalam menapaki jalan hidup.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai